SPG / Sales Promotion Girl
Melayani konsumen dan mempromosikan
produk yang dijual kepada konsumen.
Pengertian Sales
Promotion Girl
Pemasaran suatu produk
memerlukan beberapa aktivitas yang melibatkan berbagai sumber daya. Sebagai
fenomena yang berkembang saat ini, dalam pemasaran terdapat suatu bagian yang
memiliki keterkaitan langsung dengan konsumen, yaitu pada bagian sales product.
Bagian ini terdiri dari beberapa divisi, terutama yang berkaitan dengan sistem
pemasaran yang dilakukan suatu pemasaran.
Sebagai tenaga sales product, saat ini terdapat bagian pemasaran langsung yang menawarkan produk maupun sample product. Bagian ini biasanya dikenal sebagai sales promotion, dan karena adanya karakter gender maka terdapat sales promotion girls dan sales promotion boys. Pada penelitian ini akan dilakukan suatu analisis terhadap penggunaan sales promotion girls dari suatu produk perusahaan berkaitan dengan pemasaran produk tersebut.
Pengertian sales promotion girls dapat dilihat dari berbagai aspek. Secara penggunaan bahasa, sales promotion girl merupakan suatu profesi yang bergerak dalam pemasaran atau promosi suatu produk. Profesi ini biasanya menggunakan wanita yang mempunyai karakter fisik yang menarik sebagai usaha untuk menarik perhatian konsumen. Kebutuhan perusahaan terhadap tenaga sales promotion girls disesuaikan dengan karakteristik suatu produk yang akan dipasarkan. Promosi produk biasanya menggunakan tenaga sales promotion girls dengan kriteria yang dimungkinkan lebih rendah dibandingkan dengan sales promotion girls untuk produk semisal produk lux seperti halnya otomotif.
Dengan demikian,
pemilihan penggunaan tenaga sales promotion girl dapat dilakukan berdasarkan
pertimbangan produk yang akan dipromosikan, kesesuaian antara produk yang
dipromosikan dengan kualifikasi sales promotion girls memungkinkan akan
meningkatkan daya tarik konsumen pada produk yang dipromosikan. Keberadaan
karakter fisik seorang sales promotion girl tersebut, secara fungsional dapat
mengangkat citra produk, terutama produk konsumsi langsung.
Kemampuan Yang Harus
Dimiliki Seorang SPG
Menyatakan bahwa
terdapat beberapa persyaratan
yang harus dipenuhi oleh sales promotion girls,
yaitu
1.
Performance. Performance ini merupakan tampilan
fisik yang dapat diindera dengan menggunakan penglihatan. Dalam perspektif ini,
performance juga mengilustrasikan tentang pembawaan seseorang. Pembawaan ini
diukur dari penampilan outlook (penampilan fisik) dan desain dress code (desain
pakaian), ukuran dari pembawaan ini subyektif (setiap orang dimungkinkan
berbeda).
2.
Communicating Style. Komunikasi mutlak harus terpenuhi oleh
sales promotion girl karena melalui komunikasi ini akan mampu tercipta
interaksi antara konsumen dan sales promotion girls. Komunikasi ini diukur dari
gaya bicara dan cara berkomunikasi. Pengukuran atas communicating style ini
dikembalikan kepada konsumen karena bisa bersifat subyektif.
3.
Body Language. Body language ini lebih mengarah pada gerakan
fisik (lemah lembut, lemah gemulai, dan lainnya). Gerak tubuh ketika menawarkan
produk dan sentuhan fisik (body touch) adalah deskripsi dari body language ini.
Pengukuran atas body language dikembalikan kepada konsumen karena bisa bersifat
subyektif.
Jika memenuhi unsur
tersebut, sangat dimungkinkan sales promotion girls yang direkrut perusahaan
akan mampu menciptakan persepsi yang baik tentang produk yang diiklankan, dan
akan diikuti dengan minat pembelian.
- Wanita, Maksimal Umur 24 tahun
- Pendidikan Minimum SMU Sederajat
- Tinggi badan minimum 160 cm
- Berat Badan maksimal 56 kg
- Berpenampilan menarik
- Berpengalaman sebagai SPG
KUALITAS SPG
Dinilai
Bedasarkan Pengalamannya
Sales Promotion Girl
atau SPG adalah bagian yang mungkin tak bisa di pisahkan dari sebuah mata
rantai perusahaan penyedia barang produksi. SPG merupakan bagian dari divisi
ujung tombak perusahaan. Biasanya SPG berhadapan langsung dengan end user atau
bisa juga berhadapan dengan reseller. Tergantung bagaimana program yang digunakan
oleh perusahaan dalam menggunakan jasa SPG.

Ada SPG yang memang merupakan bagian organik
dsari perusahan, namun ada juga yang non organik. Organik dalam arti SPG
tersebut memanglah karyawan atau pegawai tetap perusahaan tersebut yang
bertugas menjadi tenaga promosi atas barang yang dihasilkan perusahaan. Non
organik artinya SPG tersebut hanyalah tenaga temporer yang di sewa atau dibayar
dengan perjanjian kontrak kerja atas waktu tertentu. Asal muasal SPG ini ada
yang dari perorangan tapi ada juga yang merupakan stok siap pakai yang
disediakan oleh perusahaan pengerah tenaga kerja atau Agency. Ada juga SPG yang
merupakan stok dari sebuah perusahaan Outsourcing.
Kini banyak terdapat
perusahaan Agency/Outsourcing seperti ini. Bukan hanya SPG yang di sediakan,
namun juga Sekuriti, Operator Telepon, ada juga Cleaning Service dan Building
Treatment.
Kembali ke soal SPG.
Kehadiran seorang SPG dalam sebuah acara promosi baik yang berupa acara mobile
Road Trip atau Stand Exhibition, sedikit banyak membantu perusahaan dalam
menggaet calon pembelinya. Ini didasarkan pada penampilan pertama yang di
tunjukkan oleh SPG dengan penampilan fisik yang memang biasanya menarik.
Setelah melihat
penampilan SPG dan penawarannya yang menarik, biasanya calon pembeli berpikir
untuk mencoba produk atau sekedar menerima sampel/brosur yang di sodorkan oleh
SPG. Sampel atau brosur inilah yang kemudian menjadi sebuah awal jembatan
adanya komunikasi antara SPG dengan calon pembeli. Sampel biasanya diberikan
oleh perusahaan yang menjual produk makanan, minuman atau produk rokok.
Namun banyak juga perusahaan yang sering kali merasa tidak terbantukan secara optimal oleh SPG ini terutama SPG yang non organik. Hal ini terjadi karena SPG non organik biasanya tidak memiliki kompetensi yang baik terhadap produk yang di jual. Product knowledge sering kali tak dikuasainya dengan baik.
Hal ini lantaran tak ada
waktu yang cukup untuk mempelajarinya karena SPG seperti ini sering menerima
job secara dadakan. Namun banyak juga SPG yang sedikit masa bodoh dengan
product knowledge. Mereka berpikir hanya bagaimana menarik calon pembeli dengan
penampilannya dan selanjutnya mereka menyodorkan brosur lalu menjelaskan secara
garis besarnya saja dan mereka hanya berpikir bagaimana jam kerja yang ia
jalani segera berakhir untuk kemudian mendapatkan upahnya.
Berbeda dengan SPG yang
organik, mereka menguasai lebih banyak product knowledge karena memang ia
menjadi bagian secara tak terpisahkan pada perusahaan yang menghasilkan produk
yang ia jual. namun bukan berarti semua SPG memiliki kekurangan seperti
kebanyakan SPG non organik tadi. Banyak juga SPG yang berusaha mempelajari
pengetahuan tentang produk yang ia jual. Mereka memposisikan dirinya seperti
calon konsumen kebanyakan, dimana selalu ingin mengerti detail produk yang akan
ia belinya dan menguasai lebih banyak pengetahuan atas produk tersebut.
Bahkan jika perlu SPG
professional seperti ini membeli produk yang akan ia tawarkan agar ia sendiri
paham atas apa yang dirasakan konsumen yang membeli produk tersebut dan
kemudian ia membandingkan dengan produk kompetitor. Karena selain menguasai
hampir seluruh produk knowledge yang ia tawarkan, SPG juga harus paham atas apa
saja yang dilakukan oleh kompetitor atau pesaing. Baik itu mengenai keunggulan
produk maupun program-program yang sedang dijalankan kompetitor.
Ambil contoh, seorang
SPG kartuHALO harus menguasai product knowledge kartuHALO dan paham dengan
program yang dijalankan Layanan Paskabayar Seluler lainnya seperti Xplor dari
Excelcomindo Pratama dan Matrix dari Indosat.
Begitu juga sebaliknya.
Nah, disinilah di butuhkan yang namanya CAD ( Competittor Activity Data).
Jika sudah menguasai lebih banyak product knowledge baik produk yang dijualnya sendiri maupun produk kompetitor, maka SPG seperti ini merupakan SPG yang kualified. Dan tak jarang SPG non organik yang handal seperti ini seringkali bisa menembus masuk ke jajaran posisi bergengsi pada perusahaan yang dulunya ia ikuti secara parsial.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar